Pages
Jumat, 28 Februari 2014
Eclipse
Victoria, vampir yang dendam terhadap Bella pun berkeliaran di Forks untuk mencari celah membunuh Bella. Dia pun membuat suatu pasukan "vampir baru" untuk membantunya melawan Keluarga Cullen dan membunuh Bella. Sementara itu, Bella harus memilih antara hubungannya dengan Edward atau persahabatannya dengan Jacob(karna ternyata jacob cinta juga pada bella). Keluarga cullen dan Geng werewolf Jacob terpaksa bekerja sama untuk memusnakan vampir-vampir baru buatan victoria.Sehingga mereka sukses membasmi Victoria beserta pasukkannya. Jacob pun marah mengetahui pilihan Bella yang memutuskan menjadi vampir.Dia berusaha menyakinkan bella bahwa Bella itu juga mencintainya meskipun tidak sebesar cintanya kepada edward.namun bella menyadarkannya bahwa bella tidak akan sanggup hidup tanpa edward disisinya. akhirnya dengan berat hati ia merelakan hubungan Edward dengan Bella dan untuk beberapa saat dia pergi jauh dari hidupnya bella.
Diposting oleh
Unknown
di
02.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 27 Februari 2014
New Moon
New Moon adalah novel karangan Stephenie Meyer yang merupakan bagian dari Seri novel Twilight. Novel ini merupakan seri kedua dan merupakan novel lanjutan dari Twilight yang menceritakan tentang kisah asmara antara Bella Swan dan Edward Cullen.
Novel ini akan dirilis kedalam layar lebar pada bulan November 2009. Di
dalam Novel ini pula dikisahkan hubungan Bella Swan dengan Jacob Black, seorang Werewolf (Manusia Serigala). Dalam Novel ini pula diceritakan tentang Keluarga Volturi yang berdiam di kota Volterra, Italy.
Cerita dimulai saat Bella berulang tahun yang ke 18, yang artinya dia lebih tua 1 tahun secara kronologis
dibandingkan Edward yang selamanya berusia 17 tahun. Dalam perayaan
ulang tahunnya yang diadakan di rumah keluarga Cullen, Bela membuat
sebuah kecerobohan. Jarinya teriris kertas pembungkus kado saat akan
membuka sebuah kado. Akibatnya tangan Bella mengeluarkan setetes darah yang mengundang rasa lapar Jasper terhadap darah manusia (dalam hal ini Jasperlah yang belum terlalu terbiasa untuk melakukan diet darah).
Saat Jasper akan menerjang Bella, Edward menghalanginya dengan
terlebih dulu mendorong Bella. Hal itu membuat lengan Bella terluka
semakin parah dan mengeluarkan banyak darah. Emmet dan Rossalie
(kakak-kakak Edward) mencoba mengendalikan Jasper yang kalap dan
membawanya pergi dari kediaman mereka. Esme yang keibuan pun merasa malu
pada dirinya sendiri. Dia meminta maaf pada bella sambil menahan
nafasnya lalu meninggalkan rumah juga, karena merasa tidak tahan
terhadap aroma darah Bella. Yang tersisa hanyalah Alice (pasangan Jasper
dan merupakan adik angkat Edward) dan Edward yang ingin membantu Carlisle
(ayah angkat Edward yang merupakan seorang dokter) untuk mengobati
lengan Bella. Carlisle yang sudah terbiasa dengan darah manusia, tidak
terusik sama sekali dengan aroma darah Bella. Dengan cekatan ia
mengobati lengan Bella. Namun tidak dengan Edward dan Alice yang
terpaksa harus menyingkir karena merasa tidak kuat dengan aroma darah
Bella.
Setelah kejadian itu, seluruh keluarga Cullen meninggalkan Bella,
agar mereka tidak dapat mencelakaan Bella lagi. Bella jatuh dalam
depresi berat akibat berakhirnya hubungannya dengan Edward, vampir
yang sangat dicintainya. Dalam keterpurukannya, Bella dapat mendengar
'suara-suara' Edward saat dirinya terancam bahaya. Karena gadis itu
sangat ingin mendengar 'suara' Edward, ia mencari ramuan yang membawanya
dalam suara-suara itu.
Bella menemukan sepeda motor, lalu datang menemui Jacob Black, teman lama
keluarga, untuk memperbaiki sepeda motor yang ditemukannya. Namun semua
diluar dugaan. Bella amat senang bertemu dangan Jacob Black. Pria yang
lebih muda darinya itu seakan menjadi 'obat' penghilang lara baginya.
Jacob mengenal Bella dan memahaminya tanpa Bella harus menceritakan
segala sesuatu padanya. Sosoknya yang hangat membuat mereka berdua
bersahabat. Namun Jacob sudah terlanjur jatuh cinta
pada Bella, dan berjanji pada Bella bahwa dia tidak akan pernah
melukainya. Ia akan menunggu sampai Bella mampu membuka hatinya lagi.
Suatu hari Jacob menghindarinya secara misterius setelah Bella menyangka
Jacob sakit. Saat Jacob tidak ada di sisinya, Bella kembali merana
lagi. Lubang didadanya berdenyut-denyut, dan ia seakan tidak mampu
melalui hari lagi, tanpa Jacob dan tanpa 'suara' Edward. Kali ini Bella
benar-benar tidak rela jika harus kehilangan Jacob.
Diposting oleh
Unknown
di
22.34
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Twilight
Novel ini
menceritakan tentang kehidupan Bella Swan, 17 thn yang harus pindah ke
rumah ayahnya, Charlie (yang telah bercerai dari ibunya beberapa tahun
yang lalu), di sebuah kota kecil Forks yang memiliki curah hujan paling
tinggi di Amerika, karena
ibunya, Renee menikah lagi dengan seorang atlit & pindah ke Florida.
Sebelumnya, Bella tinggal di Phoenix, disana ia kurang suka bergaul
bahkan tidak memiliki pengalaman cinta sama sekali. Di Forks ia
bersekolah di Forks High School,
sebuah sekolah yang hanya memilki 300-an siswa, disana ia bertemu
dengan seorang cowok misterius yang sangat tampan &memilki kulit
putih pucat, keras, dingin seperti pualam, bernama Edward Cullen. Ia
adalah salah seorang dari 5 anak adopsi dari seorang dokter muda
berbakat, Dr Carlisle Cullen dan istrinya Esme Cullen. Ia memiliki 4
saudara angkat yaitu Emmett, Rosalie, Alice & Jasper . Menurut
Bella, mereka adalah keluarga yang aneh karena tidak pernah bergaul
dengan teman-temannya, tidak pernah makan saat makan siang. Keanehan
terjadi pada saat Bella harus duduk 1 meja dengan Edward di kelas
Biologi pada hari pertamanya sekolah , Edward tidak mau menyapa bahkan
ia tidak mau memandang Bella, sepanjang pelajaran berlangsung, Edward
hanya mengepalkan tangannya. Bahkan keesokan harinya, Edward tidak masuk
sekolah selama 1 minggu. Tapi tiba-tiba setelah Edward kembali masuk
sekolah, Ia berubah menjadi sangat ramah. HUbungan Edward & Bella
semakin dekat, tetapi ia memperingatkan Bella, bahwa ia bukan teman yang
baik. Keanehan lainnya, Edward meyelamatkan Bella yang hampir tertabrak
mobil temannya, Tyler, dengan cara menahan mobil itu dengan tangannya.
Bella semakin penasaran pada Edward. Akhirnya Bella diceritakan sebuah
legenda suku Quillette, oleh Jacob Black teman lama keluarga Bella
tentang “yang berdarah dingin” atau vampire, ia berkata bahwa
bertahun-tahun yang lalu Suku Quillette membuat perjanjian dengan
keluarga Cullen, Suku Quillette akan membiarkan keluarga Cullen asal
keluarga Cullen berjanji untuk tidak memangsa manusia & mereka
tidak diizinkan menginjakkan kaki di tanah suku Quillette. Akhirnya
Bella mengetahui bahwa Edward adalah vampire yang telah berumur ratusan
tahun, tetapi selamanya tampak seperti berumur 17 tahun & ia juga
memiliki kemampuan membaca piiran orang lain kecuali Bella. Tapi anehnya
Bella tidak merasa takut padanya. Hubungan Edward & Bella pun
semakin dekat, padahal Edward harus berjuang melawan rasa hausnya ketika
berada di dekat Bella, padahal ia & keluarga Cullen lainnya
berjanji untuk tidak memangsa manusia karena mereka hanya minum darah
hewan , dan juga Edward tidak mau membunuh Bella. Masalah muncul ketika
Bella dikejar oleh sekelompok vampire (James, Laurent & Victoria)
mereka ingin memangsa Bella. Edward & keluarganya berusaha
melindungi Bella, Akhirnya Bella selamat & James tewas terbunuh oleh
Edward.
Diposting oleh
Unknown
di
08.24
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 30 Januari 2014
Jingga dan Senja
Judul : Jingga dan Senja
Pengarang : Esti Kinasih
Tahun terbit : 2010
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Hal :312 halaman
Kategori : Fiksi, Novel, Romantic
Ukuran : 13.5 cm x 20 cm
Sinopsis:
Kemiripan dua buah nama ternyata bisa
dijadikan sebagai alasan yang kuat untuk bersama. Bukan merupakan
nama biasa yang pada umumnya dapat ditemui di pasaran. Akan tetapi,
lebih mengacu kepada suatu identitas unik dan bersifat fenomenal. Tidak
dapat dikatakan “kuno” atau “berlebihan”, namun itulah kenyataannya.
Walaupun memiliki perbedaan huruf yang signifikan, tetapi makna katanya
tetap sama. Memusat pada satu titik terpenting dalam jagat raya. Dua
panggilan inilah yang digunakan Esti Kinasih dalam novelnya yang
berjudul Jingga dan Senja.
Dalam novel ini diceritakan
tentang kehidupan anak remaja yang dibumbui dengan romansa cinta serta
hal lainnya, seperti persahabatan hingga pada aksi tawuran sekolah.
Berlatar di sebuah sekolah menengah tingkat atas Jakarta dengan segala
hal yang berbau kehidupan ABG sekarang, membuat semua siswa-siswinya
mengikuti trend yang berkembang di masa sekarang. Termasuk
aksi jagoan para siswa SMA Airlangga yang “rela mati demi
mempertahankan negara”, begitu semboyan mereka. Pertemuan dua insan
dengan nama yang tidak jauh beda di “medan tempur”, menjadi hidangan
awal timbulnya konflik baru.
Suasana inilah yang menjadikan
karya perempuan berzodiak Virgo tersebut menciptakan kegemparan yang
luar biasa di jejaring sosial maupun forum-forum diskusi dunia maya.
Ditambah lagi aksi nekatnya membuat para pembaca ingin marah, gelisah,
dan tak karuan. Resentator yang juga merangkap sebagai teenlit lovers
dengan tidak sungkan mencap bahwa karya Esti Kinasih kelima ini
merupakan karya yang belakangan mengguncang animo dunia pembaca cerita
fiksi dan teenlit lovers, khususnya kaum hawa.
diambil dari : zayna sh
Diposting oleh
Unknown
di
00.25
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Jingga untuk Matahari
Judul : Jingga dan Senja
Pengarang : Esti Kinasih
Tahun terbit : 2010
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Kategori : Fiksi, Novel, Romantic
Pengarang : Esti Kinasih
Tahun terbit : 2010
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Kategori : Fiksi, Novel, Romantic
Sinopsis:
Tari
menatap jalanan lurus dihadapannya dengan rasa bingung da sedikit
takut. Ia tidak mengerti apa maksud Ata berkata demikian padanya. Sosok
Ata kini sudah tidak tampak lagi Hening tercipta ditengah rasa kalut
Tari yang menguasai dirinya.
“Tar, lo kenapa? Lo ngelamun ya?” sebuah suara mengagetkan Tari. Ia serta merta menoleh ke belakang dan mendapati sosok Ari yang duduk manis di atas motor hitamnya dengan raut wajah penasaran. Ya, itu sudah pasti Ari, bukan Ata.
“Apa? Eh..eng..enggak kok, kak! Saya nggak kenapa-napa.” Jawab Tari terbata seperti orang kikuk. Awalnya dia ingin memberitahu Ari tentang ancaman aneh Ata. Namun niat itu segera diurungkan Tari. Ia tidak mau merusak hubungan dua saudara kembar yang baru dipertemukan lagi setelah sekian tahun terpisah itu. Lagipula Tari yakin, pasti ada alasan mengapa Ata melakukan hal demikian. Ata yang tadi dilihatnya sangat berbeda dengan sosok Ata yang ramah dan murah senyum sewaktu bertemu di bandara. Tari jelas sama sekali belum mengetahui bagaimana Ata. Apakah itu pribadi Ata yang sebenernya? Mengapa sangat berbeda dengan ‘Sifat Ata’ yang selama ini dipakai Ari saat melakukan sandiwara di depan Tari?
“Tar, Kok bengong lagi sih? Lo sakit ?” Suara Ari lagi-lagi menyentakkan lamunan Tari. Tari baru sepenuhnya sadar bahwa Ari ada di depan rumahnya pagi ini.
“ Oh ya, Kak Ari ngapain pagi-pagi gini udah ada di depan rumah saya?”
“ Ya gue mau jemput lo ke sekolah lah, eh lo nya dari tadi bengong gak jelas. Udah lah cepet naik ! ini udah mau jam setengah tujuh, nanti telat lagi. Kalo gue mah gak apa, udah blacklist. Tapi kalo lo yang telat bisa repot urusannya.” Jawab Ari panjang lebar.
Tari melirik arloji barunya yang berwarna oranye. “ya ampun bener juga. Yuk cepetan kalo gitu” Tari berujar panik lalu segera menaikki boncengan motor Ari. Tak lama, motor hitam itu sudah melesat cepat melawan deru angin di jalanan kompleks yang belum terlalu ramai. Tanpa mereka sadari, sepasang mata sedari tadi terus mengawasi mereka.
“ Maaf, tar. Harusnya memang lo gak terlibat. Tapi gue gak bisa apa-apa. Lo sendiri udah milih untuuk masuk dalam lingkaran semu yang bahkan gak lo mengerti. Gue gak tau entah sejak kapan, tapi sepertinya lo udah jadi seseorang yang begitu penting buat saudara kembar gue.” Batin Ata sambil menghela nafas dengan raut wajah lelah. ***
Motor Ari memasuki area sekolah. Pagi itu, SMA Airlangga sudah ramai oleh murid-muridnya. Ari memarkirkan motornya persis di sebelah motor milik Oji. Tak jauh dari Ari dan Tari, Oji yang saat itu sedang bersama dengan Eki langsung menghampiri Ari dengan heboh.
“Wah.. Wah.. Pengantin baru udah akur lagi nih kayaknya”
“ Iya nih Ji. Dua matahari yang sedang dimabuk asmara.” Sambung Eki dengan kata-kata noraknya. Tari yang kesal dengan candaan dua kakak kelasnya itu menunduk malu sambil mengutuk-ngutuki Oji dan Eki dalam hati.
“ Lo tuh yang mabok!” Jawab Ari sambil menoyor kepala Oji dan Eki bergantian. Namun disertai tawa pelan.
“ Eh, ki. Si bos sok-sokan gak mau ngaku, tapi mukanya sumringah gitu. HahaHaha... Liat aja deh pagi ini. Ari rapi kinclong gitu, pakai seragam lengkap lagi ke sekolah. Kan gak biasanya tuh!” seru Oji.
“Emang kemarin-kemarin Ari ke sekolah gak pakai baju gitu? Wah.. parah lo Ri. Pantes cewek satu sekolah semua ngejar lo.” Kata Eki dengan goblok yang dibuat-buat.
Oji yang gemas langsung melayangkan tinju ke arah Eki. “yee... begok!! Maksud gue selama ini kan Ari itu suka se enak jidatnya. Kadang pakai seragam, kadang pakai oblong, kadang Cuma pakai singlet doang, malah pernah dengan pede-nya mengsinkronkan antara seragam sekolah dan celana jeans. Bukan sama sekali gak pakai baju ke sekolah OON!!” kata Oji dengan gaya sok mengajari.
Ari yang menjadi ‘objek dan topik’ utama pembicaraan malah tertawa keras hingga bahunya terguncang pelan. Sedang tari yang berdiri di sampingnya tetap diam, sambil tak sabar untuk menuju kelasnya.
“ Udah.. Udah. Tari mau masuk kelas. Jangan digodain mulu ah.” Kata Ari smbil memegang pergelangan tangan Tari dan menariknya lembut. “ Lo berdua bawain tas gue ke kelas!” kata Ari dengan gaya nge-bossy lalu meninggalkan Oji dan Eki, setelah melempar tasnya yang dengan sukses menghantam dada Eki.
“ Yee... gak asik lu bos! Cepet banget sih selesainya!” Oji pura-pura protes karena komedi singkatnya di pagi hari harus berakhir.
“iya nih, mana gue ditimpuk tas.” Sahut Eki meringis pasrah. Tapi ari tidak perduli. Ia terus saja berjalan meninggalkan Oji dan Eki yang masih melanjutkan aksi ‘ sok protesnya’ yang tidak penting. Ari memegang tangan Tari yang dari tadi hanya pasrah oleh ocehan Eki dan Oji.
Sesampainya di mulut tangga menuju kelas Tari, Ari melepas genggaman tangannya. Ia berbalik menghadap Tari dan tersenyum tipis. “ Lo gue antar sampai sini gak apa kan? Bel masih 10 menit lagi. Lo gak akan telat masuk kelas kok. Jadi, gue gak perlu bersilahturahmi dulu sama guru yang masuk di kelas Lo. Bisa?”
“ Iya kak, gak apa kok, makasih ya udah jemput saya tadi. Saya bisa sendiri kok” jawab tari lega karena tidak harus menerima tatapan tanya dan penasaran dari orang-orang satu kelas lagi. Bukan apa-apa setiap ari muncul di samping tari, semua hal pasti akan menjadi objek pembicaraan seru bagi anak-anak.
“ Oke kalo gitu” jawab ari sambil menepuk pelan pundak Tari. Ari pun berlalu menuju ke arah kelasnya sendiri. ***
Sementara itu, di sekolah yang berbeda seorang cowok sedang duduk merenung dalam diam. Sambil memegang handphone yang sedari tadi hanya ia pandangi tanpa digunakan, pikirannya jauh melayang ke SMA lain yang berkilo meter dari tempatnya saat ini. Sosok seorang cewek dari tadi terus saja menari di benaknya. Cewek dengan senyum ceria yang terkadang menangis ketakutan di hadapannya. Cewek yang pada awalnya hanya menjadi objek penting untuk balas dendamnya. Ia mendengus kesal sambil memaki diri sendiri dalam hati. Kenapa ia menjadi lupa pada misi awalnya dan membawa perasaan ikut campur dalam misi itu.
“ tenang aja tar, gak akan lama lagi gue akan kembali muncul di hadapan lo. Gue akan kembali menjalankan tugas yang sempat gue tinggalin. Tugas sebagai ‘pelindung’ lo dari si brengsek Ari!” ***
Bel isitirahat SMA airlangga berbunyi panjang. Murid-murid menarik nafas lega karena akhirnya bisa juga melepas penat dari tiap mata pelajaran yang membosankan.
Diruang kelas 10-9, murid-muridnya sudah tidak sabar untuk berpindah ke area kantin atau sekedar ngantri di toilet sekolah. Tari sendiri masih sibuk dengan buku catatannya.
“ Fi, bentar ya. Gue nyatat yang di papan tulis dulu. Tanggung nih!” kata tari kepada teman sebangkunya itu.
“iya iya gue tungguin tapi cepetan ya tar!” jawab fio sambil memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
Tari kemudian sibuk memindahkan salinan di papan tulis ke buku catatan, tari memang agak lambat dalam hal menulis. Jadi terkadang dia harus rela mengorbankan jam istirahat untuk melanjutkan catatan yang belum selesai, atau malah meminjam buku catatan temannya. Tak lama kemudian tari yang telah selesai mencatat mendesah lega. Ia meregangkan tangannya yang sedikit pegal lalu menutup buku catatan. Diraihnya pergelangan tangan Fio yang masih duduk menunggu di sampingnya. Tanpa menoleh tari bangkit berdiri dari kursi dan menarik tangan fio.
“Yuk gue udah selesai! Laper banget nih. Entar kantin penuh kita gak dapat tempat lagi.” Kata tari. Fio yang di ajak berbicara malah diam aja, dan tidak beranjak dari tempatnya. Tari yang sudah sangat lapar menjadi sedikit kesal ‘Fio apa-apa an sih?, dia yang ajak dia yang lama!’ batin tari dalam hati. Tapi tunggu dulu, kenapa serasa ada yang beda? Kok tangan Fio ..... ?? tari yang merasa janggal langsung balik badan dan ......
“ Ka Ari? Kok ?” tari kebingungan melihat sosok ari yang sudah duduk tenang di bangku Fio entah sejak kapan. Si empunya bangku sendiri malah sedang berdiri pasrah sambil angkat bahu saat di pelototin tari.
“ jadi lo laper? Ya udah yuk ke kantin bareng gue!” jawab ari santai.
Tari yang sadar bahwa ia masih memegang tangan ari, langsung kelimpungan dan langsung melepas genggamannya. “ ma ... maaaf ka, saya gak....” belum sempat tari berbicara ari sudah kembali menyambar tangannya. “ loh, tadi lo yang ngajakin? Orang yang udah buat janji ama gue tidak di perkenankan untuk ngebatalin begitu aja, ayo!”
Muka tari yang sudah se-merah kepiting rebus hanya bisa pasrah saat ditarik asri keluar kelas, fio yang menyaksikan semuanya hanya bisa menatap ‘ meminta maaf’, sambil berusaha mati-matian menahan tawanya. Bukan apa-apa, sikap tari tadi memang kocak banget. Apalagi hal itu, dia lakuin ke ari yang notabene adalah pasangan berantemnya di sekolah. Beberapa murid yang tadi masih tetap di kelas juga menyaksikan semuanya dengan tatapan lucu dan senyum geli.
“Tar, lo kenapa? Lo ngelamun ya?” sebuah suara mengagetkan Tari. Ia serta merta menoleh ke belakang dan mendapati sosok Ari yang duduk manis di atas motor hitamnya dengan raut wajah penasaran. Ya, itu sudah pasti Ari, bukan Ata.
“Apa? Eh..eng..enggak kok, kak! Saya nggak kenapa-napa.” Jawab Tari terbata seperti orang kikuk. Awalnya dia ingin memberitahu Ari tentang ancaman aneh Ata. Namun niat itu segera diurungkan Tari. Ia tidak mau merusak hubungan dua saudara kembar yang baru dipertemukan lagi setelah sekian tahun terpisah itu. Lagipula Tari yakin, pasti ada alasan mengapa Ata melakukan hal demikian. Ata yang tadi dilihatnya sangat berbeda dengan sosok Ata yang ramah dan murah senyum sewaktu bertemu di bandara. Tari jelas sama sekali belum mengetahui bagaimana Ata. Apakah itu pribadi Ata yang sebenernya? Mengapa sangat berbeda dengan ‘Sifat Ata’ yang selama ini dipakai Ari saat melakukan sandiwara di depan Tari?
“Tar, Kok bengong lagi sih? Lo sakit ?” Suara Ari lagi-lagi menyentakkan lamunan Tari. Tari baru sepenuhnya sadar bahwa Ari ada di depan rumahnya pagi ini.
“ Oh ya, Kak Ari ngapain pagi-pagi gini udah ada di depan rumah saya?”
“ Ya gue mau jemput lo ke sekolah lah, eh lo nya dari tadi bengong gak jelas. Udah lah cepet naik ! ini udah mau jam setengah tujuh, nanti telat lagi. Kalo gue mah gak apa, udah blacklist. Tapi kalo lo yang telat bisa repot urusannya.” Jawab Ari panjang lebar.
Tari melirik arloji barunya yang berwarna oranye. “ya ampun bener juga. Yuk cepetan kalo gitu” Tari berujar panik lalu segera menaikki boncengan motor Ari. Tak lama, motor hitam itu sudah melesat cepat melawan deru angin di jalanan kompleks yang belum terlalu ramai. Tanpa mereka sadari, sepasang mata sedari tadi terus mengawasi mereka.
“ Maaf, tar. Harusnya memang lo gak terlibat. Tapi gue gak bisa apa-apa. Lo sendiri udah milih untuuk masuk dalam lingkaran semu yang bahkan gak lo mengerti. Gue gak tau entah sejak kapan, tapi sepertinya lo udah jadi seseorang yang begitu penting buat saudara kembar gue.” Batin Ata sambil menghela nafas dengan raut wajah lelah. ***
Motor Ari memasuki area sekolah. Pagi itu, SMA Airlangga sudah ramai oleh murid-muridnya. Ari memarkirkan motornya persis di sebelah motor milik Oji. Tak jauh dari Ari dan Tari, Oji yang saat itu sedang bersama dengan Eki langsung menghampiri Ari dengan heboh.
“Wah.. Wah.. Pengantin baru udah akur lagi nih kayaknya”
“ Iya nih Ji. Dua matahari yang sedang dimabuk asmara.” Sambung Eki dengan kata-kata noraknya. Tari yang kesal dengan candaan dua kakak kelasnya itu menunduk malu sambil mengutuk-ngutuki Oji dan Eki dalam hati.
“ Lo tuh yang mabok!” Jawab Ari sambil menoyor kepala Oji dan Eki bergantian. Namun disertai tawa pelan.
“ Eh, ki. Si bos sok-sokan gak mau ngaku, tapi mukanya sumringah gitu. HahaHaha... Liat aja deh pagi ini. Ari rapi kinclong gitu, pakai seragam lengkap lagi ke sekolah. Kan gak biasanya tuh!” seru Oji.
“Emang kemarin-kemarin Ari ke sekolah gak pakai baju gitu? Wah.. parah lo Ri. Pantes cewek satu sekolah semua ngejar lo.” Kata Eki dengan goblok yang dibuat-buat.
Oji yang gemas langsung melayangkan tinju ke arah Eki. “yee... begok!! Maksud gue selama ini kan Ari itu suka se enak jidatnya. Kadang pakai seragam, kadang pakai oblong, kadang Cuma pakai singlet doang, malah pernah dengan pede-nya mengsinkronkan antara seragam sekolah dan celana jeans. Bukan sama sekali gak pakai baju ke sekolah OON!!” kata Oji dengan gaya sok mengajari.
Ari yang menjadi ‘objek dan topik’ utama pembicaraan malah tertawa keras hingga bahunya terguncang pelan. Sedang tari yang berdiri di sampingnya tetap diam, sambil tak sabar untuk menuju kelasnya.
“ Udah.. Udah. Tari mau masuk kelas. Jangan digodain mulu ah.” Kata Ari smbil memegang pergelangan tangan Tari dan menariknya lembut. “ Lo berdua bawain tas gue ke kelas!” kata Ari dengan gaya nge-bossy lalu meninggalkan Oji dan Eki, setelah melempar tasnya yang dengan sukses menghantam dada Eki.
“ Yee... gak asik lu bos! Cepet banget sih selesainya!” Oji pura-pura protes karena komedi singkatnya di pagi hari harus berakhir.
“iya nih, mana gue ditimpuk tas.” Sahut Eki meringis pasrah. Tapi ari tidak perduli. Ia terus saja berjalan meninggalkan Oji dan Eki yang masih melanjutkan aksi ‘ sok protesnya’ yang tidak penting. Ari memegang tangan Tari yang dari tadi hanya pasrah oleh ocehan Eki dan Oji.
Sesampainya di mulut tangga menuju kelas Tari, Ari melepas genggaman tangannya. Ia berbalik menghadap Tari dan tersenyum tipis. “ Lo gue antar sampai sini gak apa kan? Bel masih 10 menit lagi. Lo gak akan telat masuk kelas kok. Jadi, gue gak perlu bersilahturahmi dulu sama guru yang masuk di kelas Lo. Bisa?”
“ Iya kak, gak apa kok, makasih ya udah jemput saya tadi. Saya bisa sendiri kok” jawab tari lega karena tidak harus menerima tatapan tanya dan penasaran dari orang-orang satu kelas lagi. Bukan apa-apa setiap ari muncul di samping tari, semua hal pasti akan menjadi objek pembicaraan seru bagi anak-anak.
“ Oke kalo gitu” jawab ari sambil menepuk pelan pundak Tari. Ari pun berlalu menuju ke arah kelasnya sendiri. ***
Sementara itu, di sekolah yang berbeda seorang cowok sedang duduk merenung dalam diam. Sambil memegang handphone yang sedari tadi hanya ia pandangi tanpa digunakan, pikirannya jauh melayang ke SMA lain yang berkilo meter dari tempatnya saat ini. Sosok seorang cewek dari tadi terus saja menari di benaknya. Cewek dengan senyum ceria yang terkadang menangis ketakutan di hadapannya. Cewek yang pada awalnya hanya menjadi objek penting untuk balas dendamnya. Ia mendengus kesal sambil memaki diri sendiri dalam hati. Kenapa ia menjadi lupa pada misi awalnya dan membawa perasaan ikut campur dalam misi itu.
“ tenang aja tar, gak akan lama lagi gue akan kembali muncul di hadapan lo. Gue akan kembali menjalankan tugas yang sempat gue tinggalin. Tugas sebagai ‘pelindung’ lo dari si brengsek Ari!” ***
Bel isitirahat SMA airlangga berbunyi panjang. Murid-murid menarik nafas lega karena akhirnya bisa juga melepas penat dari tiap mata pelajaran yang membosankan.
Diruang kelas 10-9, murid-muridnya sudah tidak sabar untuk berpindah ke area kantin atau sekedar ngantri di toilet sekolah. Tari sendiri masih sibuk dengan buku catatannya.
“ Fi, bentar ya. Gue nyatat yang di papan tulis dulu. Tanggung nih!” kata tari kepada teman sebangkunya itu.
“iya iya gue tungguin tapi cepetan ya tar!” jawab fio sambil memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
Tari kemudian sibuk memindahkan salinan di papan tulis ke buku catatan, tari memang agak lambat dalam hal menulis. Jadi terkadang dia harus rela mengorbankan jam istirahat untuk melanjutkan catatan yang belum selesai, atau malah meminjam buku catatan temannya. Tak lama kemudian tari yang telah selesai mencatat mendesah lega. Ia meregangkan tangannya yang sedikit pegal lalu menutup buku catatan. Diraihnya pergelangan tangan Fio yang masih duduk menunggu di sampingnya. Tanpa menoleh tari bangkit berdiri dari kursi dan menarik tangan fio.
“Yuk gue udah selesai! Laper banget nih. Entar kantin penuh kita gak dapat tempat lagi.” Kata tari. Fio yang di ajak berbicara malah diam aja, dan tidak beranjak dari tempatnya. Tari yang sudah sangat lapar menjadi sedikit kesal ‘Fio apa-apa an sih?, dia yang ajak dia yang lama!’ batin tari dalam hati. Tapi tunggu dulu, kenapa serasa ada yang beda? Kok tangan Fio ..... ?? tari yang merasa janggal langsung balik badan dan ......
“ Ka Ari? Kok ?” tari kebingungan melihat sosok ari yang sudah duduk tenang di bangku Fio entah sejak kapan. Si empunya bangku sendiri malah sedang berdiri pasrah sambil angkat bahu saat di pelototin tari.
“ jadi lo laper? Ya udah yuk ke kantin bareng gue!” jawab ari santai.
Tari yang sadar bahwa ia masih memegang tangan ari, langsung kelimpungan dan langsung melepas genggamannya. “ ma ... maaaf ka, saya gak....” belum sempat tari berbicara ari sudah kembali menyambar tangannya. “ loh, tadi lo yang ngajakin? Orang yang udah buat janji ama gue tidak di perkenankan untuk ngebatalin begitu aja, ayo!”
Muka tari yang sudah se-merah kepiting rebus hanya bisa pasrah saat ditarik asri keluar kelas, fio yang menyaksikan semuanya hanya bisa menatap ‘ meminta maaf’, sambil berusaha mati-matian menahan tawanya. Bukan apa-apa, sikap tari tadi memang kocak banget. Apalagi hal itu, dia lakuin ke ari yang notabene adalah pasangan berantemnya di sekolah. Beberapa murid yang tadi masih tetap di kelas juga menyaksikan semuanya dengan tatapan lucu dan senyum geli.
diambil dari : Vivi Novianti
Diposting oleh
Unknown
di
00.25
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Jingga dalam Elegi
Judul : Jingga dalam Elegi
Pengarang : Esti Kinasih
Tahun terbit : 2010
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Kategori : Fiksi, Novel, Romantic
Tebal : 392 hlm ; 20 cm
Sinopsis :
Sejak peristiwa pagi hari saat melihat
mata Tari bengkak, Ari jadi penasaran. Benarkah itu hanya karena Ari
menghapus nomor HP Ata dari HP Tari, ataukah karena Angga? Kalau memang
karena Angga yang notabene musuh bebuyutan Ari, Ari ingin tahu apa yang
telah dilakukan cowok itu terhadap Tari.
Setelah menemukan a shoulder to cry on pengganti
Angga dalam diri Ata, perlahan-lahan Tari mulai melupakan Angga. Sikap
Ata yang bertolak belakang dengan Ari membuat Tari nyaman bersama Ata.
Ia pun curhat habis-habisan kepada Ata yang lembut, penuh perhatian,
baik hati, dan yang baru belakangan Tari sadari berhasil membuat
jantungnya berdebar tak keruan. Gangguan dan intimidasi Ari sampai tidak
diacuhkannya. Inilah yang membuat Ari makin salah tingkah-kini
saingannya bukanlah Angga, melainkan saudara kembarnya sendiri.
Namun, saat Tari merasa telah menemukan pelabuhan hatinya, satu rahasia besar perlahan-lahan terkuak.
Tari merasa… lambat laun Ata semakin mirip Ari….
Review :
Kini Ari semakin mati-matian ngerjain
Tari. Bener-bener ngerjain. Bahkan pake cicak segala trus si Tari
pingsan. Hew, cara yang aneh buat pedekate. Tapi ya, sepertiga
awal aku baca buku ini, aku ngerasa kemunculan Ata tu lebih dominan
daripada Ari. Ata sering ke Jakarta buat ketemuan ma Tari. Bahkan
sekarang Ata lebih berani buat ngajak Tari ngedate walaupun
beberapa kali harus mengusir Fio dengan halus biar Ata bisa pergi berdua
aja sama Tari. Yang lucu, Ata jadi sering nyuap Fio pake entah itu roti
keju buatan hotel, atau bahkan sekarung film Korea biar Fio nggak jadi
pergi sama Tari. Ckck..
Oia, diceritakan kalo Ata udah tahu
rumah Ari, dan ia ngajak Tari buat liat sekilas. Maksudku ‘sekilas’
emang bener-bener sekilas. Soalnya Ata selalu memacu mobilnya kenceng
kalo lewat depan rumah Ari, jadi Tari harus pasang mata baek-baek kalo
mau liat. Tapi rupanya Tari jatuh cinta berat sama rumah mewah Ari.
Kenapa? Soalnya rumahnya serba matahari.. Bahkan ada dua patung Helios
―dewa matahari Yunani Kuno― di gerbang rumah Ari. Tari bahkan berulang
kali meminta Ata buat lewat depan rumah Ari hanya untuk mendapatkan
lebih detail rumah Ari yang ada di dalam sebuah perumahan elit itu. Wah,
ampuun.. Sampai suatu kali hampir aja mereka kepergok karena waktu
lewat, motor Ari nangkring di carport rumah itu, dan pintu
depan rumah terbuka sedikit. Untuk mengetahui apakah Ari tahu mengenai
Tari yang sudah mengetahui ―halah― rumah Ari, Tari mengintai gelagat Ari
di sekolah. Apakah ada perubahan. Secara, selain Ari punya saudara
kembar, fakta keberadaan rumah Ari yang misterius itu merupakan rahasia
besar Ari yang kedua. Jadi pasti tamat riwayat Tari kalau Ari sampai
tahu cewek itu tahu mengenai rumahnya. Tapi setelah beberapa hari
mengintai dan dikerjain, Tari dan Fio sepakat kalau Ari tidak tahu
mengenai ini.
Nah inget kan, kalo di review ku
mengenai buku Jingga dan Senja, aku curiga kalo Ata sama Ari itu
sebenernya satu orang yang sedang memainkan peran besar..? Dari awal aku
baca buku ini aku selalu berpegangan sama keyakinan itu, jadi aku
selalu menghubung-hubungkan kalo Ata lagi muncul sementara Ari nggak
ada. Tapiii, suer, ada saat keyakinanku itu goyah. Soalnya waktu Ata ma
Ari lagi ngedate trus ada SMS dari Ari yang bilangnya ngelihat mereka berdua, dan nada SMSnya itu marah banget, aku masih mikir, “ah, ini masih bisa akal-akalan Ari aja. Dia punya cara buat pura-pura nelpon dan SMS Tari disaat cewek itu ada di sebelah Ata.”.
Tapi kemudian aku jadi semakin semangat baca karena tiba-tiba ada ‘Ari’
yang menghadang mobil mereka di jalan. Bahkan Ari merusak dan
memecahkan spion mobil Ata sementara Ata dan Tari ada di dalam mobil.
Tapi sayangnyaa, cowok yang mengendarai motor hitamnya Ari itu pake
jaket dan helm, jadi nggak keliatan bener-bener Ari bukan di dalamnya. “Hahh.. kalo gini bisa jadi Ari nyuruh Oji atau siapa kek buat ngebantuin dia pura-pura jadi ‘Ari’”, pikirku kemudian.
Pasca insiden itu, Tari merasa aneh
karena selama empat hari kedepan Ari nggak ngegangguin dia. Trus nanti
ada saat dimana Ari merenungkan tentang perbuatannya dan ia merasa
menyesal tapi memutuskan bahwa ia tidak bisa mundur lagi dari ‘cara
ini’. Naaah.. Inilah yang kembali meyakinkanku bahwa Ata itu ya Ari!
Ampuunn..
Tapi ternyata setelah empat hari inilah
masa tenang itu berlalu. Ari kembali menghantui Tari. Tapi sayangnya
kali ini dengan pengakuan-pengakuan yang membuat Tari marah dan bingung.
Dengan santainya Ari mengatakan bahwa Ata itu nggak jauh beda sama Ari.
Ata itu perokok berat, tukang berantem ―lebih parah dari Ari, trus Ata
itu raja trek-trekan, tukang mbolos, dan yang lebih parah jago minum
alkohol. Jelas aja Tari marah dan menuduh Ari telah memfitnah Ata. Saat
Tari dengan kemarahannya pergi meninggalkan Ari, Ari dengan sigap
mengejar, menarik, dan memeluk Tari. Hanya sekejap. Tapi berefek besar.
Tari membeku di tempat dan mencerna kalimat yang di bisikkan Ari bahkan
hingga cowok itu berlalu. “Gue pingin banget meluk elo. Udah nggak inget lagi sejak kapan gue harus mati-matian nahan diri.”. Weeeew….
Beberapa hari kemudian, karena Tari
tidak menjawab telepon dan SMS-SMS Ata, Ata nekat nemuin Tari dengan
mencari anak itu di setiap bus yang biasa Tari tumpangi. Di bus
kesembilan akhirnya Tari ketemu. Mereka pun lalu turun dan kembali ke
mobil Ata, lalu pergi ke sebuah taman kota dimana Ata kemudian bercerita
panjang lebar. Ata mengakui bahwa semua yang Ari bilang mengenai
kebiasaannya itu benar. Ata juga curhat mengenai keluarganya. Diluar
dugaan, ternyata Tari menerima semua ini dengan tenang. Mereka pun lalu
jalan-jalan setelah perasaan lega melingkupi Ata. Mereka menemukan
deretan kios-kios barang bekas dimana nanti Tari menemukan sebuah mesin
jahit kuno yang mirip dengan yang mamanya punya dan ia berceloteh
menceritakan perihal mesin jahit pemberian neneknya itu dan tentang
serunya kalau sedang mengunjungi neneknya di desa. Tanpa Tari sadari,
ternyata Ata sedang syok berat karena ia melihat sebuah benda, entah
apa, yang membangkitkan memorinya. Bahkan Ata sampai pucat layaknya
mayat dan harus bersandar ke tiang lampu untuk menopangnya. Tari cemas
setengah mati melihat tingkah Ata yang aneh ini. Apalagi Ata langsung
menarik Tari kembali ke mobil dengan ketergesaan dan mengantarnya
pulang. Namun rupanya Ata tidak mengantarnya sampai rumah karena cowok
itu menghentikan sebuh taksi buat Tari namun tidak seperti kebiasaan,
Ata langsung kembali ke mobil tanpa mengucapkan pamitan atau apa. Tari
yang cemas dan bingung langsung meminta pak sopir buat ngikutin mobil
Ata yang tadi langsung berputar balik. Tari tahu kemana Ata pergi. Benar
saja, Ata kembali ke pasar barang bekas tadi dan kembali berdiri di
depan kios yang membuatnya terus membeku, bahkan hanya berdiri dengan
mata terpaku hingga lewat waktu kios itu tutup, pukul lima sore. Tari
yang mengamati tingkah Ata dari kejauhan semakin cemas saat melihat
cowok itu malah mundur dan bersandar pada tiang lampu tadi dan lalu
terduduk lemas dengan kaki tertekuk namun tetap menatap kios. Bahkan SMS
Tari kirim yang ringtone-nya jelas-jelas keras tidak menyadarkan Ata dari lamunan. Ada apakah ini??
Ternyata mesin jahit itulah masalahnya!
Hari berikutnya, Ari yang mati-matian ingin mendapatkan mesin jahit itu.
Bahkan ia rela harus membayar tiga kali lipat untuk mesin jahit kuno
ini. Namun sayangnya mesin itu sudah milik orang lain. Dengan lunglai
Ari pergi dari kios dan pergi kesekolah untuk melepas frustasinya.
Seharian penuh ia membuat masalah. Membuat keonaran. Tari semakin
bingung dengan tingkah kedua kembar ini. Bahkan anehnya, Ari juga
mendatangi rumah Tari saat Tari disekolah hanya untuk melihat ibu tari
menjahit dan keadaan ini serta merta menarik Ari sendiri kedalam
kenangan masa kecilnya.
Sumpah. Esti Kinasih ini bikin aku
bingung setengah mati. Terlalu banyak tanda tanya yang ia buat. Walaupun
aku hampir yakin sepenuhnya bahwa Ari dan Ata itu satu orang yang sama,
kini Esti Kinasih kembali memberikan misteri dan membuatku
berspekulasi, mungkinkah kalau ternyata Ari DAN Tari itu satu ibu????
Gilak.. Bikin bingung abis. Tapi kalau satu ibu, kenapa Ibu Tari nggak
sadar kalau Ari itu anaknya? Kalau emang satu ibu lho yaa.. Tapi ya
ampun. Hal ini masih tetap dijadikan misteri sampai hampir akhir cerita.
Yang bikin aku terperangah, ada satu paragraf yang membuatku tercengang
dan membuatku berulang kali membacanya untuk mengerti apa maksud
kalimat itu. “… Hanya ada lingkaran dekapan kuat kedua lengan Ari
pada gadis yang menyandang nama yang sama dengan dirinya dan seseorang
yang pernah berbagi rahim sang mama dengannya…” Alamak.. Ambigu nyaa.. Tapi ternyata aku salah terka.. hha.. harap maklum, kan cuma main tebak jalan cerita, aku =p
Ata mulai menghilang. Ponselnya tidak
pernah aktif. Kini sikap Ari berubah, ia menjadi pribadi Ata dan semakin
menunjukkan cinta kasihnya pada Tari. Hanya Tari yang terus dibuat
bingung dengan sikap Ari yang aneh ini. Suatu ketika Ari membuat Tari
ketakutan dengan berkata bahwa Ata harus mati. Jelas aja Tari
mencernanya secara harfiah. Ia dan Fio jadi bingung dan takut. Ari
berkata ia akan mengizinkan Ata pamit dengan Tari. Benar saja, dua hari
kemudian, sepulang sekolah Ata muncul di halte bis tempat Tari dan Fio
menunggu angkutan mereka. Ata dan Tari ngobrol dan Ata meminta bantuan
Tari, yaitu nemenin cowok itu datang kerumah Ari buat ketemu langsung
dengan tu cowok. Tiga hari kemudian, mereka berdua beneran pergi kerumah
Ari, dan apa yang terjadi? Segalanya runyam! Kacau.. Dan apa yang
kutebak bener! Sosok Ata itu antara ada dan tiada.. Hew.. Rupanya Ari
memang berperan jadi Ata, namun sosok Ata memang nyata. Ari memang punya
kembaran, namun ia tidak pernah tahu keberadaannya. Ya ampun.. Aku baca
bagian segala kerumitan hidup sosok Ari tu bener-bener kasian.. Dampak
perpisahan dan ditinggalkan oleh keluarga, apalagi dua sosok terpenting
dalam hidupnya, sang ibu dan sang kembaran =’( dan sekarang Tari pun
meninggalkannya. Tari terlalu marah dan kecewa. Wajar sih kalo kubilang.
Tapi ada satu bagian yang aku suka juga.
Yaitu bagian dimana akhirnya Ari memberitahukan kenyataan hidupnya pada
kedua sohib baiknya, Oji dan Ridho. Kedua sosok ini sangat ―sangat―
menyentuh hati. Sangat… keren. Persahabatan yang mereka tawarkan juga
sangat ―sangat― manis. Belum lagi saat akhirnya Ari mengungkapkan
keberadaan rumah Ari kepada mereka, ya ampun.. aku ngebayangin wajah
kagum dan nggak percaya mereka pastilah sangat lucu ^^
Dan akhirnya, teman-teman… Ari
mengetahui keberadaan sang Ibu dan Ata! Ya ampuuuun, aku terharu
bangeeet! Ata manis banget.. Kini mereka berdua tinggal di Malang,
tinggal dengan nenek dan kakeknya, karena Ibunya nggak sanggup
menyekolahkan Ata di Jakarta. Bahkan ternyata Ata harus kerja juga.
Hhuhuhu.. Gimana nggak trenyuh coba?! Yang satu hidup enak, yang satu
hidup susah. Memang udah sering sih tema tentang saudara kembar yang
terpisah dimana yang satu hidup senang yang satu hidup susah. Tapi
rasanya tetep beda kalau cerita ini tertuang dalam bentuk tulisan.
Perasaan sang tokoh tu lebih bisa tersalurkan, lebih tergambarkan.
Hadoh, aku paling ―paling― suka sama bagian ini deh..
diambil dari : Dana Riska
Diposting oleh
Unknown
di
00.21
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 26 Januari 2014
D' Angel Princess
| Judul | D`Angel |
| Seri | Teenlit |
| ISBN / EAN | 9789792237580 / 9789792237580 |
| Author | Luna Torashyngu |
| Publisher | Gramedia Pustaka Utama (GPU) |
| Publish | 10 Juni 2008 |
| Pages | 0 |
| Weight | 199 gram |
| Dimension (mm) | 140 x 210 |
| Tag | Anak dan Remaja |
SINOPSIS
Buku ketiga trilogi D`Angel Fika sakit parah, padahal sebagai Genoid,
ketahanan tubuhnya jauh lebih baik daripada manusia normal. Saat mencari
pengobatan di Negeri Sakura, Fika malah menemukan teka teki baru yang
membawanya kembali ke Indonesia.
Di Indonesia, Fika diminta bantuannya untuk menjadi pengawal pribadi
putri bungsu Presiden. Jadilah Fika kembali masuk SMA sebagai pengawal
Gayatri yang lebih akrab dipanggil Gya. Tapi, putri presiden ini
ternyata bersifat dingin dan tertutup, juga dijauhi teman-temannya. Gya
juga terang-terangan menentang keberadaan Fika, padahal sedang ada
ancaman pembunuhan bagi seluruh anggota keluarga Presiden.
Fika berusaha keras mencairkan sifat Gya yang keras itu, sekaligus
menguak teka teki keluarga serta masalah seputar dunia Genoid yang
pelik. Masalah Fika makin rumit ketika sakitnya makin parah, dan
tiba-tiba muncul Genoid lain yang kemampuannya jauh lebih dahsyat
daripada dirinya. Padahal setahu Fika, ia adalah Genoid terakhir yang
ada di dunia. Saat harus melawan Genoid baru ini, Fika mau tak mau
bertanya-tanya, apakah ini akhir hidupnya?
Diposting oleh
Unknown
di
08.35
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
D' Angel Rose
Judul : D' Angel Rose
Pengarang : Luna Torashyngu
Sinopsis :
Sebenarnya Fika bertekad melupakan hidupnya yang hancur dan memulai
hidup baru yang tenang di Malaysia. Tapi, pihak intelijen Indonesia
menemukannya, dan memintanya kembali ke Jakarta untuk membantu misi
mencari anak seorang koruptor.
Fika jadi seolah kembali ke kehidupannya yang lama. Ia masuk SMA tempat anak koruptor itu bersekolah, dan memakai nama Ista. Fika segera terbuai kehidupan remaja yang belum puas dinikmatinya. Ia segera mendapat sahabat-sahabat baru, ikut terlibat dalam pertandingan voli antarkelas, juga pemilihan ketua OSIS.
Tapi, penyamarannya lalu terbongkar, dan Fika harus kembali kepada kenyataan dan tugasnya. Ia juga harus kembali menghadapi Jenderal Rastaji, orang yang menghancurkan hidupnya. Bukan hanya itu, ternyata Rastaji membawa kejutan besar bagi Fika!
Diposting oleh
Unknown
di
04.38
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 16 Januari 2014
D' Angel
Judul Buku : D' Angel
Pengarang : Luna Torashyngu
Sinopsis :
Memangnya ada cewek yang sempurna? Aturannya kan kalau pintar dalam pelajaran, orang itu bakal bodoh dalam olahraga. Kalau orangnya cantik, tidak mungkin dia jagoan di sekolah. Tapi Fika membuat semua aturan itu jadi basi. Dia cantik, pintar, sekaligus jagoan olahraga. Plus, beruntung pula dalam cinta! Kayaknya nggak mungkin deh ada cewek sesempurna dia.
Tapi keberuntungan dan kesempurnaannya rupanya tidak berlaku lama. Saat jalan-jalan di mal untuk merayakan jadian pacaran dengan Reza, ada yang menculik Fika! Bukan hanya itu, peristiwa penculikan yang heboh itu juga makan korban jiwa!
Fika terpaksa menurut ikut lari dengan Andika yang menolongnya. Andika kemudian menjelaskan, Fika bisa begitu sempurna serta akan diculik orang karena sebenarnya cewek itu bukan manusia. Fika adalah Genoid, manusia rekayasa yang serbasempurna. Apa-apaan sih? Kayaknya Fika bakal lebih percaya kalau Andika bilang diam-diam Fika punya kakek kaya yang memberi warisan miliaran rupiah deh.
Diposting oleh
Unknown
di
18.52
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Selasa, 14 Januari 2014
Bukan Salah Bintang Jatuh
Judul Buku : Bukan Salah Bintang Jatuh
Pengarang : Aisha Yuliana
Desain & ilustrasi cover : Dzi Gandara
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Juni 2012
Tebal : 224 + x halaman 20 cm
Sinopsis :
Sahabatku bilang kalau kita melihat bintang jatuh dan mengucapkan
permohonan, maka permohonan kita akan terkabul. Saat kebetulan melihat bintang
jatuh, aku berniat membuktikannya, dan mengucapkan keinginanku: “Sebuah
keluarga untukku...” Dan pada malam sesudahnya, saat bintang jatuh terlihat
lagi, aku mengucapkan: “Pacar keren tapi baik hati...”
Punya mama seorang artis ternyata ngga menjamin Melly hidup bahagia.
Terutama ketika mamanya meninggal karena depresi dan overdosis. Karena tinggal
sebatang kara, Melly pindah ke Surabaya, ke rumah sahabat mamanya, om Wira.
Semula Melly tidak betah tinggal disana, apalagi Rio, anak tiri om Wira, sangat
cuek pada Melly. Tapi penampilan luar kadang menipu. Rio sebenarnya menaruh
hati pada Melly, sayangnya Melly terlanjur suka pada Josh, cowok idola
disekolah. Dan disaat Melly menyadari bahwa Rio cowok yang baik, Rio malah
menjauhi Melly. Permohonan Melly untuk punya keluarga baru telah terwujud.
Apakah permohonannya untuk punya pacar keren tapi baik hati akan terwujud juga?
Ringkasan :
Novel ini menceritakan tentang
sebuah keinginan akan terwujud dengan memohon pada bintang jatuh. Mungkin
sebagian orang ada yang percaya tapi sebagian lagi mungkin tidak
mempercayainya. Melly, adalah salah satu cewek yang menganggap bahwa itu adalah
mitos. Berbeda dengan sahabatnya yang bernama Citra, Citra percaya pada mitos
itu karena ia pernah meminta keinginan pada saat bintang jatuh. Citra adalah
sahabat Melly sewaktu SMP dan sekarang mereka bersekolah di SMA yang sama pula.
Di SMA, Citra dan Melly bertemu dengan Raya dan Nadya yang kini menjadi
sahabatnya juga. Melly mempunyai pacar bernama Doni, yang sudah dipacarinya
sejak SMP. Suatu saat Citra mengatakan sesuatu kepada Melly, “Cobalah berpikir
tentang keinginan besar yang belum terwujud dalam hidupmu dan yakinilah kamu
akan menyadari kebenaran kata-kataku”. Kata-kata itu selalu membayang-bayangi
Melly. Saat itu juga Melly mulai berpikir keinginan apa yang belum ia capai
selama ini yang tak lain Melly ingin bersama terus dengan Mamahnya. Mamah Melly
yang seorang artis terkenal membuat Melly dan mamahnya jarang bertemu dirumah
bahkan jarang ngobrol seperti layaknya keluarga yang utuh. Mamahnya selalu
tidak punya waktu untuk memperhatikan Melly. Tetapi ada bik Ijah yang selalu
menemani Melly ketika di rumah. Melly juga menganggap kalau bi Ijah itu seperti
ibu kandungnya bukan pembantu dirumahnya karena bik Ijah selalu menghibur
Melly. Suatu ketika dihari minggu, mamah Melly mengajak Melly jalan-jalan.
Melly heran karena tak seperti biasanya mamahnya ada waktu untuknya. Setelah
seharian shopping, mereka kembali ke rumah.
Tak lama kemudian hubungan Melly
dan Doni putus, keduanya sudah sepakat berpisah secara baik-baik. Disuatu
malam, Melly sedang berbaring di kamarnya. Dia melihat bintang jatuh dan
melintasi jendela kamernya. Saat itu juga Melly terkejut dan ia mencoba untuk
meminta permohonan. Keesokan harinya, Melly menceritakan semuanya kepada Citra.
Suatu hari, Melly mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk itu menjadi kenyataan
setelah Melly mendapat telepon dari om Ferdy yaitu manajer mamahnya bahwa
mamahnya sedang kritis dirumah sakit. Saat itu juga Melly memberitahu bik Ijah
dan teman-temannya. Sesampainya Melly dirumah sakit, mamahnya sudah meninggal.
Melly sangat sedih dan menangis terus-menerus. Tak lama semenjak kepergian
mamahnya, ada dept colector dateng ke rumahnya dan menagih hutang-hutang
mamahnya selama masih hidup. Saat itu juga Melly tidak punya apa-apa lagi, dia pergi
dari rumah mewahnya karena semua barang-barangnya sudah disita. Teman-teman
Melly pun ikut membenci Melly kare mereka tahu mamah Melly punya banyak hutang.
Akhirnya Melly dipertemukan oleh seseorang
yang menurut om Ferdy adalah papahnya yang bernama om Wira. Ia sekarang
tinggal bersama istri dari om Wira dan kedua anaknya di Surabaya. Keluarga om
Wira sangat peduli pada Melly. Melly bersekolah di sekolah yang sama dengan
anak pertama om Wira yaitu Rio. Rio cuek terhadap Melly. Di sekolah, Melly
bertemu dengan Fiona dan Gigi yang sekarang menjadi temannya. Disekolah Melly
juga ada cowok yang paling populer, dia bernama Josh. Josh adalah bintang
basket yang di gilai banyak cewek. Suatu hari, Josh sedang bermain basket
dilapangan sekolah, saat ingin memasukkan bola ke ring, bola itu meleset
mengenai Melly yang sedang jalan disekitar lapangan, Melly pun pingsan. Josh
langsung membawanya ke UKS. Saat itu juga Josh meminta nomer telepon Melly
dengan alasan sewaktu-waktu ingin tahu keadaan kepalanya. Sepertinya Josh mulai
tertarik kepada Melly. Ketertarikan Josh pada Melly membuat Fiona bahkan
cewek-cewek disekolahnya iri pada Melly yang baru pertama kenal sudah ditaksir
oleh Josh. Rio yang sekarang sudah tidak cuek lagi kepada Melly pun sepertinya
mulai memperhatikan Melly dan sering menasehati Melly jika Josh mengajak Melly
pergi jalan-jalan. Sepertinya Melly mulai teringat lagi akan sosok mamahnya.
Dia bermimpi bertemu lagi dengan mamahnya. Dia juga menjual blackberry yang
selama ini dipakai untuk berkomunikasi dengan mamahnya. Alasanya karena ia
ingin melupakan semua kenangan bersama mamahnya. Rio pun mengantar Melly untuk
menjual blackberry nya.
Ketika sudah berada dirumah,
Melly menemukan album foto dan buku hariannya waktu dulu, saat itu juga dia
kembali teringat mamahnya. Sambil menangis, dia mengingat semua kenangan pada
saat masih bersama mamahnya. Dia juga berpikir kalau dia belum bisa
membahagiakan mamahnya. Dia menyesal karena terlalu percaya pada bintang jatuh,
yang sama sekali tak membuat harapanhya terwujud. Melly juga berpikir, harapan
yang dulu pernah ia minta adalah harapan yang salah diterjemahkan oleh bintang
jatuh. Saat itu juga Rio dateng untuk menghibur Melly. Melly melontarkan
pertanyaan apakah Rio percaya pada bintang jatuh, tapi nyatanya Rio sama sekali
tidak percaya dan menyakini kalau itu Cuma mitos. Om Ferdy menemukan buku
harian milik mamahnya Melly dan langsung memberikannya kepada Melly. Melly
menangis haru saat membacanya. Isi buku harian itu menceritakan kalau mamahnya
Melly merasa bersalah dan kasihan melihat Melly yang dari kecil tidak mempunyai
sosok seorang ayah. Dan mamahnya pun tidak bisa menjelaskan apapun dan bungkam
tentang papahnya. Karena menurutnya dia tidak yakin kalau papahnya akan
mengunjungi Melly dan mamahnya. Kalimat-kalimat itu membuat Melly menangis
keras. Suatu ketika Melly dan Rio pergi bersama, Rio ternyata memiliki perasaan
terhadap Melly. Rio pun mengungkapkan perasaannya itu. Ternyata Melly pun
memiliki perasaan yang sama. Tetapi mereka berdua ingin merahasiakan hubungan
mereka dari om Wira dan Tante Puspa (mamah dari Rio). Melly pun meminta
permohonan lagi yang kedua pada bintang jatuh agar hubungan mereka dapat
dirahasiakan dari om Wira dan Tante Puspa. Mereka ingin menunjukkan bahwa
keseriusan mereka tidak akan membuat keduanya menelantarkan sekolah. Meski
permohonan Melly yang pertama tidak terwujud, Melly berharap bahwa
permohonannya yang kedua itu dapat terwujud. -fid-
Diposting oleh
Unknown
di
23.35
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Popular Posts
-
Judul Buku : D' Angel Pengarang : Luna Torashyngu Sinopsis : Memangnya ada cewek yang sempurna? Aturannya kan kalau pintar d...
-
Victoria, vampir yang dendam terhadap Bella pun berkeliaran di Forks untuk mencari celah membunuh Bella. Dia pun membuat suatu pasukan ...
-
Judul : Jingga dan Senja Pengarang : Esti Kinasih Tahun terbit : 2010 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Jumlah Hal :312 halaman Kat...
-
Judul : Jingga dan Senja Pengarang : Esti Kinasih Tahun terbit : 2010 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Kategori : Fiksi, Novel, ...
-
Judul : Jingga dalam Elegi Pengarang : Esti Kinasih Tahun terbit : 2010 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Kategori : Fiksi, Novel, Ro...
-
Novel ini menceritakan tentang kehidupan Bella Swan, 17 thn yang harus pindah ke rumah ayahnya, Charlie (yang telah bercerai dari...
-
Judul : D' Angel Rose Pengarang : Luna Torashyngu Sinopsis : Sebenarnya Fika bertekad ...
-
New Moon adalah novel karangan Stephenie Meyer yang merupakan bagian dari Seri novel Twilight. Novel ini merupakan seri kedua dan merupa...
Mi perfil
- Unknown
Sobatku
Blogger news
Hay sob... Selamat datang ya di blogger gw, nih gw entri resensi novel-novel terbitan penulis tanah air kita yang tercinta ini...hmmm semoga bermanfaat, enjoy...
Blogroll
Hello sob...
Pastinya udah kenal kan sama aku, emmm yang belum kenal, kenalin namaku Afida Saidatul F, aku masih kelas XII di Man Kota Kediri 3. Salam kenal ya...
Blogger templates
XXX







